Minggu, 06 Januari 2013

POTENSI PENGEMBANGAN WILAYAH SAMOSIR



POTENSI PENGEMBANGAN WILAYAH SAMOSIR
PENDAHULUAN
Latar belakang
            Kabupaten Samosir adalah hasil pemekaran dari induknya Kabupaten Toba Samosir yang dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Samosir dan Kabupaten Serdang Bedagai di Provinsi Sumatera Utara, yang diresmikan pada tanggal 7 Januari 2004 oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden Republik Indonesia. Seperti yang telah kita ketahui bahwa di wilayah tersebut mempunyai banyak sekali potensi-potensi alam yang sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat. Hal tersebut dapat meningkatkan pendapatan lokal sehingga meningkatkan perekonomian.
            Salah satu penyebabnya adalah letak wilayah kabupaten samosir yang sangat strategis, selain itu kita juga telah mengetahui bahwa wilayah kabupaten samosir di kelilingi oleh Danau Toba. Oleh karena itu berbagai macam aspek kegiatan perekonomian dapat dilaksanakan di daerah tersebut baik itu sektor perikanan maupun sektor pariwisata, bahkan sektor pertanian dan sektor kehutanan. Namun, mengapa sampai saat ini wilayah kabupaten samosir belum mengalami kemajuan yang seperti diharapkan masyarakatnya ?!. Pertanyaan ini seringkali terlintas di dalam pikiran kita ketika melihat kabupaten samosir yang sebenarnya kaya akan potensi-potensi alam yang bermanfaat.

Tujuan
            Untuk mengetahui apa-apa saja potensi yang terdapat di wilayah kabupaten samosir dan bagaimana cara masyarakat setempat mengelolahnya

PERMASALAHAN
            Banyak sekali potensi-potensi alam yang dapat meningkatkan perekonomian di wilayah kabupaten samosir. Misalnya di sektor pertanian telah kita ketahui sebagian besar masyarakat berprofesi petani yang mempunyai kebun kopi, mangga, jengkol dan lain-lain. Kemudian di sektor perikanan sebagian masyarakat juga berprofesi sebagai nelayan dengan tangkapan ikan seperti ikan mas, ikan mujair, bahkan ikan pora-pora yang didapat dengan cara mempunyai keramba. Lalu dengan keindahan panorama yang ada wilayah kabupaten samosir mempunyai sektor pariwisata yang sangat bagus untuk dimanfaatkan.
            Salah satu permasalahan yang menyebabkan kurang termanfaatkannya potensi-potensi yang berada di wilayah kabupaten samosir adalah kiata ambil salah satu contoh yaitu antara sektor perikanan dan sektor pariwisata. Banyakknya keramba-keramba masyarakat setempat yang berprofesi sebagai nelayan telah berdampak buruk bagi sektor pariwisata. Hal ini dikarenakan adanya keramba-keramba tersebut sangat merusak pemandangan terhadap danau toba sehingga merusak nilai estetika danau toba. Inilah salah satu yang menjadi dasar permasalahan di wilayah kabupaten samosir sulit berkembang secara optimal. Di lain pihak, akibat adat-istiadat yang berlaku di wilayah kabupaten samosir yaitu adat-istiadat suku batak yang salh satunya adalah mendirikan kuburan di tanah-tanah mereka. Hal ini juga sangat amat merusak pemandangan panorama di danau toba. Belum lagi masalah-masalah lainnya seperti kebakaran hutan, kebersihan daerah wisata terkhususnya danau toba terhadap sampah dan eceng gondok yang semakin merajarela dan lain-lainnya yang masih belum bisa dikendalikan oleh pemerintah daerah setempat.




PEMBAHASAN
            Begitu banyaknya permasalahan yang terjadi di wilayah kabupaten samosir memang telah membuat pemerintah daerah kesulitan untuk mengatasinya. Contohnya antara sector perikanan dengan sector pariwisata. Di mana  disatu sisi sector perikanan merupakan sumber pendapatan sebagian besar masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Akan tetapi di sisi lain banyaknya keramba-keramba tersebut yang merusak nilai estetika bagi sector pariwisata.
            Sebenarnya masalah ini tidak terlalu sulit apabila pemerintah setempat benar-benar serius menanggapi permasalahan ini. Diperlukan pendekatan-pendekatan secara langsung kepada masyarakat setempat agar mereka dapat mengerti bagaimana cara mengelola kedua sector tersebut agar bisa termanfaatkan secara optimal. Misalnya dengan melakukan penyuluhan-penyuluhan ke seluruh desa secara bergantian. Kemudian membuat peraturan daerah yang tidak merugikan semua pihak dengan tujuan dalam membangun pembangunan wilayah kabupaten samosir.
            Dan harus diakui semua itu tak semudah membalikkan telapak tangan, semua butuh proses dan pastinya akan terdapat pro-kontra dalam setiap keputusan-keputusan yang dibuat oleh pemerintah daerah bagi masyarakat setempat. Akan tetapi, jika pemerintah mau lebih bersabar dan serius dalam membangun pengembagan wilayah di Kabupaten samosir saya yakin cepat atau lambat kabupaten samosir bisa seperti bali yang terkenal ke seluruh Negara akibat panoramanya yang indah.





PENUTUP
            Dari tulisan ini kita dapat menyimpulkan bahwa wilayah kabupaten samosir mempunyai banyak potensi-potensi yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan wilayah setempat seperti sector pariwisata, sector perikanan, sector pertanian, bahkan sector kehutanan.
            Banyaknya perbedaan pendapat masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya memang telah membuat pemerintah setempat kesulitan mengatasi berbagai problem-problem yang telah terjadi di wilayah setempat yang mengakibatkan sulitnya berkembang wilayah tersebut walaupun mempunyai banyak potensi-potensi alam yang bagus.
            Diperlukan keseriusan pemerintah daerah setampat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang telah terjadi di wilayah tersebut misalnya dengan cara pendekatan-pendekatan khusus serta penyuluhan-penyuluhan ke seluruh masyarakat agar bisa lebih memahami dan mampu mengolah potensi-potensi yang ada dengan baik dan benar.
            Wilayah kabupaten samosir akan dapat berkembang secara perlahan menuju ke arah yang lebih baik apabila seluruh masyarakat setempat benar-benar mengerti dan mampu mengolah segala potensi yang ada di dearahnya secara optimal. Dengan demikian maka pendapatan masyarakat setempat akan bertambah dan nilai tambah pemerintah daerah pun semakin meningkat. Hal inilah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pengembangan wilayah di daerah tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar